kalau detik jam pun pantas berlari
begitu juga aku
melangkah ke dunia fantasi
yang aku reka sendiri
bagai sebuah permulaan hipokrasi
mergastua mencari mangsanya
itu mungkin engkau
yang pantas mencari kelibat
aku hanya aku
hanya mampu condong pada kaki sendiri.
harapan pada engkau itu
kabur berdebu saja
jauh dan gelap
lorong dan lohong
jauh...jauh dan jauh...
alam pun berani berkarya
bukan seperti aku
yang hanya dapat bernafas dalam lumpur
cuba menggapai si langit
cuba menyentuh bintang kejora
burung pun bebas berkicau
girang setiap harinya
burung pun terbang juga
walau dulunya terperangkap
-jeriji kehidupan
tubuhku bernyawa
jasadku kukuh
tapi hatinya mati
hatinya kaku
tahukah kau aku menunggu?
tahukah kau angka 4 ini?
4 tahun itu bagai suatu perjuangan buat hati ini.
melawan derita jiwa
melawan segalanya..
meski kau minta aku melupakannya
aku tidak bisa.
akibat dari sinisnya pandangan
tragisnya kenangan
emosi bersatu
apabila esok, datang kembali
harapan hanya satu
langit kembali CERAH-
Tiada ulasan:
Catat Ulasan